JODOH Sepasang Sepatu

Jodoh adalah rahasia Allah. Karena rahasia terkadang manusia suka penasaran dan mencari-cari.  Padahal sudah pasti Allah kasih di Waktu yang tepat.

Jodoh diibaratkan sepatu. Ada berbagai jenis dan merek. Harganya juga bermacam-macam.  Ada yang mahal,  ada yang standar ada juga yang murah.  Jodoh ibaratnya sepatu dan kalian sendiri kaki yang akan memakai sepatu. 


Ketika kita diberi satu sepatu dan hanya itu adanya , sedangkan kita sedang membutuhkan alas kaki mungkin kita terima.  Namun saat sepatu-sepatu itu banyak dan berbagai model serta harganya. Kita menjadi berfikir untuk memilih salah satu diatara mereka. 

 Belum tentu yang mahal,  model Bagus akan cocok dengan kaki sendiri bisa jadi terlalu kecil atau besar kemudian kita cari ukuran yang pas. Setelah ukuran merasa pas . Mata masih melihat model lainnya yang lebih Bagus. 

Tapi harganya lebih mahal dan berfikir kedua kali untuk membeli. Berati sudah tidak cocok,  kemudian mencari yang lebih murah namun modelnya kurang menarik.  Buat kaki sakit. 

 Akhirnya memilih pindah toko dan mencari lagi.  Ternyata masih belum nemu yang cocok.  Saat itu terkadang manusia berfikir kembali, kenapa tidak ngambil yang pertama.

  Tapi setelah ketempat pertama si sepatu sudah laku dibeli orang lain.  Kemudian mencari lagi, jika mau bersyukur apapun modelnya,  asalkan bisa pas dikaki dan ngerasa cocok ambil aja.  Belum tentu ditempat lain ada yang cocok.  

Nah seperti itulah jodoh,  mau bagaimana caranya mengusahakan jika belum mememukan yang cocok kita akan selalu mencari. Namun kebanyakan orang mencari yang berlebihan tanpa menyadari kekurangan sendiri. 

 Ibaratnya mau sepatu model Bagus mahal tapi tidak punya usaha untuk memperolehnya, tidak punya duit untuk membeli alhasil tidak akan pernah kesampaian. 

Makanya perbaiki diri dulu,  walaupun belum baik, saat kita punya niat menjadi lebih baik insyaallah jodoh terbaik itu datang.  Karena pasangan adalah cerminan diri, maksudnya kita akan tertarik dengan orang lain sebagaimana diri kita.  

Jika ingin baik kita juga tertarik dengan yang baik. Jika mau menginginkan yang baik datang ,kita akan menyambut dengan diri yag baik juga. 

By Rika Juniati Dewi

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Melulu soal Cinta

BUKTI versi sendiri

Opini -ku tentang kesetiaan